Monday , February 24 2020
Home / indonesia / Polri Sebut from Penusuk Wiranto Berharap Ditangkap Ditembak

Polri Sebut from Penusuk Wiranto Berharap Ditangkap Ditembak



Jakarta, CNN Indonesia – the Polr mengatakan pelaku penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto, Syahril Alamsyah (SA), alias Abu Rara, berharap ditembak ketika melakukan penyerangan di Pandeglang, Banten, Kamis (11/10), agar jihadnya berhasil.

"Public serang police, saya serang pejabat. Harapan saya, saya ditangkap. Saya flowing melakukan perlawanan, saya ditembak police. Jihadnya berhasil," holds Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Said Prasetyo, menirukan perkataan FA di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/10).

Sebelumnya, police menyebut pelaku terpapar oleh radicalisme hours berada di Jawa from merupakan bagian millet Jamaah Ansharut Daulah (JAD).



Kelompok radical biasanya menargetkan mati sahid dalam berjihad versi mereka, yakni pengeboman ataupun penyerangan terhadap aparat negara.

He said memaparkan pola kerja jaringan teror di mana SA FD terafiliasi.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen said Prasetyo Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen said Prasetyo. (CNN Indonesia / Adhi Wicaksono)

Tahap pertama, kata dia, pelaku flowing melakukan pengenalan berjaga-jaga dengan membangun komunikasi antar-jejaring teroris lewat media sosial.

"Berjaga-jaga adalah tahap awal, membangun komunikasi intens lewat media sosial. Tidak menutup kemungkinan berkomunikasi secara verbal," he said.

Tahang kedua dijalankan dengan melakukan rekrutmen terhadap orang-orang yang berpotensi memiliki rasa simpati terhadap kegiatan terorisme. Doctrine jihad menurut versi radical from diberican ajaran flowing in orang-orang tersebut.

"Ada tokoh yang biasa melakukan rekrutmen. Yang memiliki simpati kepada perjuangan isis.

Orang-orang yang dianggap mammalian chemampuan untuk melakukan jihad.

Tahap keempat, mereka kemudian flowing melakukan pelatihan atau persiapan (i'dad).

[Gambas:Video CNN]"[I’dad] perineum Seperti kelompok Abu Zee melakukan i'dad; said merachit boom, perang-perangan dengan replica senjata, "ujar.

Tahap terakhir adalah penyerangan atau amaliyah.

Baru bisa melakukan penangkapan kumika pelaku teroris sudah berada pada tahap ini atau tahap i'dad.

"Baru ditahap from keempat to word, Polri dengan menggunakan bukti-bukti permulaan yang cukup bisa dilakukan tindakan preventive strike, "He said.

Ia mengatakan sebelum kegiatan teroris mencapai tahap pelatihan maupun penyerangan tersebut, police belum memiliki bukti yang cukup untuk melakukan penangkapan.

"Di Kampung Menes belum ditemukan adana persiapan atau bukti secara otaku perbuatan melawan law dilakukan oleh Abu Rara," said tambah.

(Fey / Ar H)


Source link